Sukses Bisnis Setelah Di PHK

Setelah kena PHK dari pabrik pesawat terbang IPTN, Afrizal (40) justru bisa “menerbangkan” bisnisnya jauh hingga menembus angannya. Kini, insinyur jebolan ITB ini sudah menjadi miliarder.

Di sebuah sudut, beberapa pekerja tampak sibuk memasang rak-rak besi, tempat busana muslim itu dipajang. Sementara di sisi lain, dua perempuan terlihat menyusun baju-baju dengan rapih. Tidak Jauh dari situ, seorang karyawan melayani .pembeli yang datang ke toko tersebut.”Kami memang baru beberapa hari Ini pindah ke sini.

Toko ini memakai konsep gudang dan sekaligus akan difungsikan sebagai kantor,” ujar Ir Afrizal MT. pemilik usaha busana muslim “Poeti” membuka percakapan dengan WartaKotadi kantornya di kawasan Perumahan Jababeka 2. Cikarang, Bekasi, belum lama ini.

Alumnus jurusan matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, mengaku bersyukur bisa menempati toko yang cukup besar dan megah. Bangunan berlantai dua Itu direhab dengan biaya sekitar Rp 500 Juta. Padahal,

dia meniti usahanya dari rumah dengan modal awal Rp 800.000.Menurut bapak empat orang anak Ini, pengusaha perlu pendidikan tinggi untuk maju dan sukses dalam bisnis. Saat ini, pengusaha busana muslim banyak, namun tak semua bisa berkembang dengan cepat. Kecepatan dalam mempelajari medan usaha dan pengambilan keputusan menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan.

“Makanya saya nggak pernah menyesal sekolah tinggi-tinggi karena pendidikan Itu penting untuk memperbaiki kualitas hidup manusia. Saya merasakan manfaatnya saat membangun bisnis ini,”ujarnya.

Afrizal. penyandang gelar pasca sarjana Informatika ITB tahun 2001, mengaku meski berpendidikan tinggi, dia tidak pernah malu untuk berjualan baju busana muslim.”Sebab, kalau kita masih malu untuk menjual, menawarkan produk yang kita Jajakan. berarti kita belum siap mental untuk menjadi pengusaha,” tambahnya.

Menurut Afrizal, sejak awal dia sudah menanamkan dalam dirinya bahwa kapan pun waktunya, di manapun tempatnya, ke mana pun perginya, dia selalu membawa kartu nama dan contoh produk untuk ditawarkan kepada orang- orang yang dltemulnya. “Itulah salah satu kiat sukses saya untuk meningkatkan penjualan,” ujarnya.Tidak heran dalam waktu sekitar Uga tahun, omset usahanya bisa melesat bak meteor, mencapai sekitar Rp 3,5 miliar tahun 2009. Tahun ini, target penjualan saya nggak muluk-muluk mau meningkat menjadi Rp 4 miliar.” ujar pria kelahiran Bukittinggi, 15 September 1969, ini.

Bebas waktu

Afrizal pernan”hidup dalam suasana ketidakpastian ekonomi,dipenghujung pengabdiannya di Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Dia bekerja di perusahaan Industri strategis Itu cukup lama, mulai tahun 1994 hingga 2001. Artinya, dia pernah pula merasakan masa kejayaan di IPTN, saat orde baru berkuasa. Apalagi saat Itu. Istrinya, Anna Pamayanti. pernah Juga bekerja di IPTN.Sebenarnya dari IPTN, Afrlzal tidak langsung berbisnis. Dia sempat bekerja lagi di sebuah perusahaan swasta di EJ1-EP, Cikarang dan terakhir di perusahaan patungan Jepang-Indonesia. PT NEC Indonesia. Namun, saat bekerja di IPTN dan NEC. memiliki persamaan. Yakni, kata Afrizal. sama-sama diminta mengundurkan diri alias di-Putus Hubungan Kerja (PHK) secara terhormat.

Untungnya saat diminta mengundurkan diri di PT NEC Indonesia, Afrizal sudah siap mental. Jauh sebelumnya dia memang sudah ingin Jadi pengusaha. Misalnya, pada tahun 1997-1998, saat Indonesia dilanda krisis ekonomi, Afrizal sodah* mulai Jim! bell mobil, untuk menambah uangnya.Dikatakan, saat dia diminta mundur dari NEC. penghasilannya dari bisnis busana muslimnya sudah lumayan, sekitar Rp 5.5 Juta per bulan atau setengah dari pendapatannya di PT NEC Indonesia. “Saya pikir, sambil bekerja saja, hasil bisnisnya sudah lumayan. Apalagi kalau saya terjun 100 persen dalam bisnis, tentu hasilnya akan lebih besar,” ujarnya.Makanya sejak di-PHK dari PT NEC Indonesia.

Afrizal tidak pernah berminat untuk melamar bekerja lagi, malah sudah fokus ke bisnis. Apalagi. Istri dan sejumlah kerabatnya yang sukses dalam bisnis sangat mendukung keinginan Afrizal untuk menjadi pengusaha. “Memang seharusnya sarjana menciptakan lapangan kerja, bukan mencari pekerja-an.ujar Afrizal mengutip komentar dari kerabatnya itu.

Dengan pikiran positif dan komitmen yang kuat menjadi pengusaha. Afrizal bersyukur kini sudah semakin mantap menjadi pengusaha. Dalam tigaga tahun, sejak resign dari PT NEC Indonesia, bulan Mei 2007. kehidupan keluarga Afrizal sudah Jauh lebih baik, terutama dari segi waktu maupun finansial.Rumahnya yang belum lama Ini direnovasi, sudah ditingkat menjadi rumah dua lantai yang asri dan megah. Setiap hari, hanya berjalan kaki sekitar 50 meter, Afrizal sudah sampai di tokonya yang baru. “Sudah ada sih tawaran untuk jadi manajer IT dan senior manager, tapi saya enggak berminat lagi bekerja untuk orang lain. Saya sudah menikmati usaha ini. Hidup bahagia bersama keluarga dan memiliki kemerdekaan waktu, kata Afrizal mantap.

468 ad

4 Comments

  1. Dh.

    Bagai mana caranya jadi agen resmi Poeti, harapan besar apa dari usaha ini.

    Terima kasih

    HS.
    Barlian

  2. Informasi yang mungkin dibutuhkan banyak orang..!!! Terus bekarya untuk kehidupan yang lebih baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>